Pilu! Cerita Bocah SD Pulang Sekolah Sering Nangis Lalu Gantung Diri

Sebuah kisah memilukan tentang nasib bocah SD di Banyuwangi ini bisa dibilang menyayat hati. Hidupnya berakhir tragis. Ia ditemukan ibunya meninggal dunia dengan cara gantung diri.

Mamad
Rabu, 01 Maret 2023 | 12:49 WIB
Pilu! Cerita Bocah SD Pulang Sekolah Sering Nangis Lalu Gantung Diri
Ilustrasi mayat bocah (Suara.com)

Suara Joglo - Sebuah kisah memilukan tentang nasib bocah SD di Banyuwangi ini bisa dibilang menyayat hati. Hidupnya berakhir tragis. Ia ditemukan ibunya meninggal dunia dengan cara gantung diri.

Bocah berinisial MR ini merupakan musid SD. Diduga, Ia meninggal dunia dengan cara gantung diri itu akibat tidak kuat karena sering dirundung atau dibully oleh teman-temannya di sekolahan.

Indikasinya, menurut penuturan saksi, Ia kerap menangis saat pulang sekolah. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) setempat, Suratno. Namun saat dikonfirmasi ke sekolahan, kepala sekolah membantahnya.

"Pengakuan guru dan teman-temannya, tidak ada pembulian terhadap korban di sekolah. Dia termasuk anak aktif dan disayang gurunya," ujar Suratno dikutip dari suarajatimpost.com jejaring media suara.com, Selasa (28/2/2023).

Baca Juga:Sempat Bikin Fans Bingung, Ternyata Ini Alasan j-hope BTS Wamil Lebih Cepat

Sampai sekarang kasus tersebut masih diselidiki oleh kepolisian setempat. Belum diketahui pasti juga penyebab bocah cerdas itu meninggal dengan cara bunuh diri.

Guna mencegah aksi perundungan di sekolah, Suratno mengatakan, Dispendik akan terus mengevaluasi dan mengoptimalkan peran sekolah untuk menjadi agen yang bisa merubah karakter anak didik agar semakin inklusif.

Secara teknis, Dispendik akan mengoptimalkan peran satuan tugas (Satgas) Anti Perundungan dan Kekerasan Anak di sekolah yang telah dibentuk sebelumnya. "Kami kuatkan kembali Satgas Anti Perundungan dan Kekerasan di sekolah ini dengan melibatkan banyak pihak," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang bocah laki-laki di Banyuwangi memilih bunuh diri diduga tak tahan karena kerap mendapat perundungan atau bullying di sekolah.

Bocah ini mengakhiri hidup dengan gantung diri. Tubuhnya ditemukan menggantung dengan seutas tali plastik di dapur rumahnya. Korban ditemukan gantung diri pada Senin (27/2/2023) sore. 

Baca Juga:Dalih Teddy Minahasa Minta AKBP Dody Tukar BB Sabu Dengan Tawas, Kirim Pesan WA Pakai Emoji Ketawa

Korban pertama kali diketahui oleh ibunya, Ws (50), usai pulang dari sawah. Berdasarkan keterangan polisi, hampir setiap hari korban yang berstatus anak yatim itu selalu dibully teman-temannya. 

Korban juga tak kuat ketika selalu dikatakan kurang mampu. Ibunya hanya buruh harian. Setiap pulang sekolah, korban selalu menangis dongkol. Karena minder diduga akibat selalu dibully. Akhirnya, korban nekat gantung diri. 

Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email [email protected] dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.

REKOMENDASI

BERITA TERKAIT

Politainment

Terkini

Tampilkan lebih banyak